Jalan Trans Seram Rusak, Angkutan Material Disorot Warga Telutih

Berita Maluku   Berita Maluku Tengah Telutih, Maluku Tengah (DMS) – Ruas Jalan Trans Seram di Kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah, kembali mengalami kerusakan. Sejumlah titik mulai dari Jembatan Wai Lao hingga Negeri Laha Kristen terlihat berlubang dan mengalami kerusakan pada badan jalan.

Kondisi tersebut menjadi sorotan warga karena ruas jalan itu sebelumnya telah diperbaiki oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku pada 2025. Namun, belum genap satu tahun setelah diperbaiki, sejumlah bagian jalan kembali mengalami kerusakan.

Warga menduga aktivitas kendaraan pengangkut material batu pecah menuju Jetty Laha turut mempercepat kerusakan jalan. Kendaraan bertonase besar tersebut disebut melintasi ruas jalan nasional yang menjadi akses utama masyarakat di Kecamatan Telutih.

Pantauan Wartawan DMS Media Group di lapangan, sejumlah titik badan jalan terlihat berlubang. Kondisi tersebut cukup mengganggu pengguna jalan, terutama pengendara roda dua dan roda empat yang melintas.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, material batu pecah yang diangkut menuju Jetty Laha berasal dari aktivitas CV Batu Seram Jaya yang berlokasi di Desa Laimu, Kecamatan Telutih.

Aktivitas kendaraan pengangkut material dalam jumlah besar menjadi perhatian masyarakat. Warga meminta adanya pengaturan terhadap kendaraan bertonase besar agar tidak semakin membebani ruas jalan nasional.

Jalan yang sebelumnya telah diperbaiki pada 2025 itu kini kembali rusak di sejumlah titik. Kondisi tersebut membuat warga khawatir kerusakan akan semakin parah jika aktivitas angkutan material terus berlangsung.

Jalan ini baru diperbaiki tahun 2025, tetapi belum genap setahun sudah rusak lagi. Kami berharap kendaraan pengangkut material tidak terus menggunakan jalan nasional, demikian keluhan warga yang diterima media.

Warga berharap perusahaan dapat menyiapkan atau menggunakan jalan produksi tersendiri untuk mengangkut material sehingga aktivitas perusahaan tetap berjalan tanpa membebani jalan yang menjadi fasilitas publik.

Ruas Jalan Trans Seram di wilayah Telutih merupakan bagian dari jalur strategis yang menghubungkan kawasan Tehoru, Laimu hingga Werinama. Pembangunan dan pengaspalan sejumlah ruas jalan tersebut telah dilakukan secara bertahap sejak 2018–2019.

Masyarakat meminta pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk BPJN Maluku, segera turun mengecek kondisi jalan sekaligus mencari solusi atas persoalan tersebut.

Warga berharap aktivitas perusahaan tetap dapat berjalan, namun tidak mengorbankan kondisi jalan yang digunakan sebagai akses utama masyarakat.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan dari pihak CV Batu Seram Jaya terkait sorotan warga mengenai aktivitas angkutan material dan dugaan kaitannya dengan kerusakan Jalan Trans Seram.